Kedudukan RTBL dan RTR

Produk perencanaan kota dimulai dari jenjang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) yang sifatnya makro dan bersifat filosofis, produk ini merupakan dasar–dasar yang penting dalam menentukan arah kebijaksanaan perkembangan kota. Produk selanjutnya Rencana Umum Tata Ruang Kota (RUTRK) yang secara makro sudah lebih teknis sifatnya, sedangkan Rencana Detail Tata Ruang Kota (RDTRK) skalanya wilayah dan lebih detail dari yang di atasnya. Makin ke bawah lagi skalanya makin mikro yaitu yang dikenal dengan Rencana Teknik Ruang Kota) RTRK.

Dalam tataran hirarki, RTBL sebenarnya setingkat dengan RTRK namun RTBL tidak secara administratif hirarkis dari rencana tata ruang di atasnya, sehingga kawasan RTBL lebih dibatasi pada kawasan fungsional khusus tertentu.

Dari berbagai tingkatan rencana kota tersebut, maka akan diikuti dengan peraturan daerah sebagai alat implementasi rencana tata ruang. Produk RTBL juga harus diikuti dengan pembentukan Peraturan Bangunan Khusus (PBK).

Dalam pelaksanaan, sesuai kompleksitas permasalahan kawasannya, RTBL juga dapat berupa:

  • rencana aksi/kegiatan komunitas (community-action plan/CAP),
  • rencana penataan lingkungan (neighbourhood-development plan/NDP),
  • panduan rancang kota (urban-design guidelines/UDGL).

Seluruh rencana, rancangan, aturan, dan mekanisme dalam penyusunan Dokumen RTBL harus merujuk pada pranata pembangunan yang lebih tinggi, baik pada lingkup kawasan, kota, maupun wilayah.

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: