Peranan dan Manfaat RTBL

Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan (RTBL) merupakan rencana pendayagunaan pemanfaatan ruang kota untuk membentuk jati diri kota yang produktif dan efisien. Rencana ini dilakukan pada kawasan-kawasan potensial kota guna meningkatkan kemampuan kawasan sesuai dengan potensi yang dimiliki kawasan tersebut, sehingga memberikan manfaat tidak saja kepada penduduk setempat tetapi juga kepada calon-calon pengusaha, warga masyarakat dan pemerintah kota, serta pembangunan perkotaan di Indonesia.

Peningkatan fungsi kawasan kota melalui RTBL dapat diprioritaskan pada kawasan andalan yang terpilih sesuai dengan rencana tata ruang kota. Peningkatan kawasan potensial ini dilaksanakan melalui penyusunan tata bangunan dan lingkungan yang berskala ekonomi sebagai wujud dari rencana tata ruang kota.

RTBL juga akan berperan penting pada kawasan spesifik yang memiliki nilai–nilai kultural, historis serta secara visual estetis memiliki karakter sebagai memori kota agar dapat dilakukan penanganan lebih lanjut dari sekedar perencanaan kota (urban planning). Perlu dilakukan upaya dan strategi, arahan pengembangan kawasan agar lebih terkendali, terpadu dan berkelanjutan. Pemanfaatan kawasan spesifik yang berkembang cepat juga harus diikuti pengaturan, pengendalian bangunan baik mengenai tata bangunan dan tata lingkungan (RTBL) sebagai bagian kesatuan manajemen pembangunan perkotaan. Diharapkan kawasan yang dikembangkan secara ekonomi akan bermanfaat pula secara psikologis, visual estetis, ekologis dalam kesatuan arsitektur kota dinamis.

RTBL juga sangat diperlukan dalam kawasan kota yang memiliki vitalitas ekonomi yang tinggi mengalami kemunduran karena berbagai sarana dan prasarana yang ada sudah usang dan tidak dapat dikembangkan lebih lanjut. Kawasan ini menjadi tidak produktif dan tidak lagi memberikan kontribusi yang positif terhadap kehidupan ekonomi kota. Secara fisik kawasan ini juga mengalami degradasi lingkungan yang membawa dampak yang buruk bagi menurunnya kualitas lingkungan hidup dan meningkatnya tindak laku yang bersifat negatif di wilayah tersebut.

Dengan perannya pada beberapa jenis kawasan tersebut, maka RTBL sudah sewajarnya mengacu pada kondisi nyata di lapangan dengan tetap merujuk pada RUTRK, RDTRK dan RTRK searah dengan prediksi pengembangan ke depan, agar mampu mengantisipasi perkembangan ke depan secara nyata. Pengalokasian fungsi kawasan kota ke dalam optimasi lahan serta intensitas pembangunan disesuaikan dengan potensi lingkungan masing–masing. Beberapa pembatasan penting yang berdasar pada potensi historis dan kendala alami meruapakan aspek penting yang harus dikaji dalam RTBL.

Adapun peran Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan adalah sebagai pedoman untuk:

  • Dasar bagi pemberian ijin mendirikan bangunan dan pemanfaatan bangunan secara lebih jelas dan tegas.
  • Penertiban letak, ukuran bangunan gedung dan bukan gedung serta bukan bangunan.
  • Penyusunan rancang bangun bangunan gedung dan bukan gedung.
  • Pengaturan elemen-elemen private agar dapat terpadu dengan kawasan kota melalui “urban design gudenlines”.
  • Jaminan kepastian hukum dalam pelaksanaan pembangunan, termasuk kepastian untuk mendapatkan pelayanan, kondisi yang     selaras dan serasi dalam melakukan kegiatannya.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: