Analisa Linkage

Linkage Visual

Dalam analisa pada kawasan Pakuwon City  memiliki jalan primer yang bersifat kaitan saja. Penghubung dari jalan-jalan tersebut bersifat netral, yaitu saling menghubungkan dan menjadi satu kesatuan atau saling memiliki keterkaitan satu dengan yang lain secara visual. Sifat jalan penghubung yang seperti ini dikarenakan tidak adanya suatu titik yang menjadi fokus dan bersifat lebih dominan dari kawasan tersebut.

Selain menganalisa dari segi sifat yang dimiliki jalan penghubung dalam kawasan,  terdapat pula analisa terhadap  lima elemen penghubung secara visual. Dari kelima elemen yang ada, Pakuwon City  termasuk dalam kategori elemen koridor. Landscape dan bangunan-bangunan sepanjang jalan primer digunakan untuk mendefinisikan hubungan setiap area dalam kawasan Pakuwon City. Koridor dalam Pakuwon City menghubungkan setiap bangunan yang ada dalam kawasan, baik bangunan publik maupun bangunan yang bersifat privat, sehingga memudahkan aktivitas pengunjung maupun penghuninya.

  • Linkage Struktural

 

Teori Linkage struktural ini memiliki 3 elemen yaitu: elemen tambahan, elemen sambungan, elemen tembusan dan Pakuwon City termasuk dalam elemen tambahan yang artinya melanjutkan pola pembangunan yang sudah ada sebelumnya dengan penambahan bentuk massa dan ruang yang dapat berbeda, namun pola kawasannya tetap dimengerti sebagai bagian atau tambahan pola yang sudah ada disekitarnya. Pakuwon city  ini merupakan struktur tambahan dari Pakuwon City yang berada di daerah Wiyung, dimana tatanan massanya dan bentuknya kurang lebih sama. Hal ini dimaksudkan agar ciri khasnya yang  mengadopsi bentuk bangunan Eropa, yang telah melekat pada Pakuwon City ini tidak hilang.

  • Linkage sebagai Bentuk Kolektif

Dalam teori Linkage kolektif, Pakuwon City  ini memiliki bentuk kolektif yang berbeda dengan lingkungannya, dimana sebuah bentuk kolektif tidak bisa dilihat tanpa sedikitnya wujud perbedaan terlihat pada lingkungannya. Dari penjelasan ini mengartikan bahwa Pakuwon City bentuk dan tatanan massa yang teratur sehingga kawasan ini menjadi kawasan yang konstan. Meskipun begitu Pakuwon City  tidak berhubungan dengan lingkungan sekitarnya, hal ini dapat dilihat bahwa kawasan ini sangat berbeda dengan sekelilingnya, yang menjadikan kawasan ini terlihat dominan karena bentuk-bentuknya yang mewah, menjadikan Pakuwon City sebagai kawasan tersendiri di daerah tersebut.

Linkage yang kolektif memiliki 3 elemen yaitu: compositional form, megaform, groupform. Pakuwon city termasuk dalam elemen groupform yang memiliki arti muncul dari penambahan akumulasi bentuk dan struktur yang biasanya berdiri disamping ruang terbuka publik. Dan pada saat ini elemen groupform juga sering dipakai dalam perancangan kawasan baru dengan dibuat suatu akumulasi bangunan sebagai satu kelompok. Maksud dari penjelasan elemen groupform adalah komplek Pakuwon City ini mengekspresikan bentuk dan tatanan massa menjadi suatu yang saling terkait atau memiliki kesamaan, agar ciri yang ada pada Pakuwon City ini tetap selalu menjadi sesuatu yang berbeda di lingkungan sekitarnya. Sehingga menciptakan kota sendiri bagi penghuninya.

 

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: